ONE STOP SERVICES DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PANDU GEMPITA

Penulis : SKPD Kota Sukabumi
 10 - 11 - 2015


Perkembangan lingkungan strategis diera otonomi daerah menuntut Perubahan Paradigma dalam Pelayanan SosialReformasi birokrasi pelayanan publik bidang kesejahteraan sosial, dipandang perlu Pelayanan Terpadu  Menuju Kota/kabupaten Sejahtera dalam rangka implementasi Sistem Kesejahteraan Sosial Nasional berdasarkan UU 11/2009 dan PP39/2012. (Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si)Dalam Pelayanan Terpadu Dan Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten/Kota Sejahtera.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi menyambut baik dan memandang penting adanya pelayanan terpadu bagi masyarakat keluarga miskin, bahkan lebih jauh one stop services harus menyentuh pula bagi keluarga yang tidak jelas tempat tinggalnya alias gelandangan.

Kota Sukabumi yang merupakan kota transit sering disinggahi oleh masyarakat komunitas, gelandangan, orang terlantar, pemulung, dan orang-orang hilang ingatan (gila) yang tidak jelas asal muasal mereka. Pada tahun 2010 BPS bersama instansi terkait, dan Disdukcapil berada didalamnya, mengadakan sensus penduduk pada jam 00.00, menemukan komunitas mereka yang tidak memiliki identitas resmi sebagai penduduk dan rata-rata mereka berasal dari luar kota sukabumi. Dengan demikian tentu seharusnya mereka mendapatkan pelayanan yang khusus dan manusiawi, terdata dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai warga negara Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 34 UUD 1945 yaitu Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, serta negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Pandu Gempita yang telah digagas oleh kementerian Sosial merupakan strategi penanganan sosial yang perlu dibanggakan, karena dapat mempermudah pelayanan bagi keluarga tidak mampu dalam pengurusan hak hidup dan hak bernegaranya dalam satu tempat pelayanan.  Kota Sukabumi adalah salah satu kota dari 5 Kabupaten/ Kota di Indonesia yang dipercayakan sebagai percontohan pelayanan satu atap (one stop services), dan Disdukcapil siap ambil andil dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Sukabumi yang dikatagorikan masyarakat tidak mampu, diantaranya memberikan pelayanan verifikasi dan validasi data KK, KTP, Akta-Akta Pencatatan Sipil, legalisir, dan menerima permohonan pembuatan KK, akta-kata Pencatatan Sipil serta dokumen kependudukan lainnya.

Dalam mengembangkan layanan dan rujukan terpadu (single window services) akurasi data base keluarga miskin perlu adanya sinergisme antara BPS (Sukabumi dalam angka), Dinas Kesehatan (data Jamkesmas), Kesra dan Dinsosnakertrans, sehingga ada satu pemahaman dan data yang sama dalam jumlah sasaran ketika memberikan pelayanan bagi keluarga peserta pandu gempita. Dengan demikian alokasi dana dan pemberian pelayanan akan lebih tepat sasaran.

 Kini saatnya Kota Sukabumi bersinergis dalam panggung kebersamaan mendorong aspek kelembaganyang mendukung keberhasilan perlindungan kesejahteraan sosial dalam pandu gempita, yang telah dipercayakan oleh Kementerian Sosial dari lima Kabupaten/ Kota ditingkat nasional sebagai Kota percontohan dalam mewujudkan pelayanan satu atap (one stop services) Pandu Gempita. Kabupaten/ Kota yang menjadi percontohan di Indonesia yang telah dan akan siap launching adalah:

NO

KABUPATEN/ KOTA

LAUNCHING

1

Kabupaten Berau

....... Maret 2014

2

Kota Sukabumi

Antara 21 dan 23 April 2014

3

Kabupaten Bantaeng

....... Maret 2014

4

Kabupaten Sragen

26 Juli 2013

5

Kota Payakumbuh

17 Desember 2013


Dalam mempersiapkan hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sebagaimana salah satu misinya yakni: “Mewujudkan Pelayanan Dasar Yang Lebih Baik dan Berkualitas“ didukung oleh berbagai SKPD turut berbenah mewujudkan Pandu Gempita sebagai tempat pelayanan satu atap (one stop service) yang akan dilaunchingkan antara tanggal 21 dan 23 April 2014 mendatang.