KARTU IDENTITAS ANAK

Penulis : SKPD Kota Sukabumi
 03 - 03 - 2016


Oleh : Dedi Sunardi (Kasie.Informasi dan Dokumentasi DISDUKCAPIL Kota Sukabumi).

Kartu Identitas Anak yang selanjutnya disingkat menjadi KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Menteri Dalam Negeri Bapak Tjahjo Kumolo mengatakan sesuai dengan Permendagri No. 2 Tahun 2016 tentang KIA bahwa Pemerintah akan segera memberlakukan Kartu Identitas Anak di tahun 2016 ini, penerbitan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Sebagai dasar pertimbangan diterbitkannya KIA adalah bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (UUD 1945 Pasal 28 D) dan hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan Undang-Undang (UUD 1945 Pasal 26 ayat 3) serta Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kemudian Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil memberikan dasar pertimbangan yang lebih substansi untuk memastikan tertib adminitrasi kependudukan bahwa:

  1. Anak berusia 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
  2. Kewajiban Pemerintah untuk memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk WNI yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.
  3. Dengan pemberian identitas kependudukan kepada anak akan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik baik anak.

Kementerian Dalam Negeri memberikan beberapa manfaat mengenai KIA adalah:

  1. Sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah;
  2. Untuk melakukan transaksi keuangan di dunia perbankan dan PT. Pos Indonesia;
  3. Untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas dan/atau di Rumah Sakit;
  4. Untuk persyaratan pendaftaran sekolah disuatu Kabupaten/Kota;
  5. Untuk pembuatan dokumen keimigrasian;
  6. Untuk mengurus klaim santunan kamatian bagi Pemegang KIA yang masih berlaku;
  7. Untuk berbagai keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi anak yang berdomisili di Kabupaten/Kota.

 

Selain itu pula manfaat Kartu Identitas Anak dapat digunakan secara beragam dari masing-masing daerah yang dapat bekerja sama untuk melakukan perjanjian kemitraan dengan pihak ketiga sebagai mitra bisnis yang bergerak dalam bidang tempat bermain, rumah makan, taman bacaan, toko buku, tempat-tempat hiburan/rekreasi, tempat-tempat makan/kuliner, maupun tempat-tempat lain yang membawa manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Persyaratan dan Tata Cara Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) :

 

  1. PERSYARATAN:

No

ANAK WNI

No

ANAK WNA

1.

Anak Kurang dari 5 Tahun:

a.   Foto copy Kutipan Akta Kelahiran dan menunjukan Asli.

b.   KK, KTP-el Asli Orang Tua/wali

1.

Anak Kurang dari 5 Tahun:

a.   Foto copy Paspor dan Izin Tinggal Tetap

b.   KK, KTP-el Asli Orang Tua/wali

2.

Anak Usia 5 Tahun s.d. 17 Tahun kurang 1 hari:

a.   Foto copy Kutipan Akta Kelahiran dan menunjukan Asli.

b.   KK, KTP-el Asli Orang Tua/wali

c.    Pas Photo berwarna ukuran 2x3 (2 lbr)

2.

Anak Usia 5 Tahun s.d. 17 Tahun kurang 1 hari:

a.   Foto copy Paspor dan Izin Tinggal Tetap

b.   KK, KTP-el Asli Orang Tua/wali

c.    Pas Photo berwarna ukuran 2x3 (2 lbr)

3.

Masa Berlaku:

a.   Anak usia kurang dari 5 tahun masa berlaku s.d. anak usia 5 tahun

b.   Anak usia lebih dari 5 tahun masa berlaku s.d. anak usia 17 tahun kurang 1 hari.

3.

Masa Berlaku:

Sesuai dengan Izin Tinggal Tetap Orang Tua.

 

 1.TATA CARA :

No

ANAK WNI

No

ANAK WNA

1.

Pemohon membawa berkas persyaratan dan menyerahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

1.

Orang tua anak melaporkan ke Dinas, terhadap anak yang telah memiliki paspor dengan menyerahkan berkas persyaratan.

2.

Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

2.

Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3.

KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orang tuanya di Kantor Dinas atau Desa/Kelurahan.

3.

KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orang tuanya di Kantor Dinas.

4.

Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling.

4.

Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling.

 

Demikian sekelumit Informasi mengenai Kartu Identitas Anak (KIA) yang akan segera disosialisasikan dan diluncurkan diseluruh Kabupaten/Kota se Indonesia sebagai pengakuan, jaminan, dan perlindungan dari pemerintah terhadap anak di bawah usia 17 tahun yang belum menikah dan tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional.